Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Mei 2010

SPMB SEKOLAH TINGGI SANDI NEGARA (STSN) 2010 JAWA BARAT

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh...
Maaf y.. numpang promosi..
Bagi teman-teman yang berminat untuk kuliah di Perguruan Tinggi Negeri,,,,

SPMB SEKOLAH TINGGI SANDI NEGARA (STSN) 2010 JAWA BARAT



Status: Kedinasan
Alamat: Jl. Raya Haji Usa Desa Putat Nutug, Ciseeng – Parung, Bogor – 16330.
Telepon: (0251) 542021
Faks.: (0251) 541825
E-mail: sanapati@indosat.net.id

Sejarah Singkat
STSN adalah sekolah tinggi kedinasan yang diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara yang merupakan peningkatan status dari D-III (Akademi Sandi Negara) menjadi D-IV (Sekolah Tinggi Sandi Negara), berdasarkan persetujuan Mendiknas No. 19/MPN/2002 tanggal 17 Januari 2002 dan dikukuhkan dengan Keppres No. 22/ 2003 tanggal 17 April 2003.

Mahasiswa STSN merupakan mahasiswa ikatan dinas (dari umum) dan mahasiswa tugas belajar(PNS/TNI/POLRI). Mahasiswa Ikatan Dinas yang telah menyelesaikan pendidikan selanjutnya diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Lembaga Sandi Negara, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Profil
Jenjang pendidikan: D4.
Fasilitas Kampus
Perpustakaan: koleksi 2.655 judul, 4.144 eksemplar.
Laboratorium: Komputer, Bahasa, Elektronika, Sandi.
Fasilitas lain: asrama, sarana ibadah, sarana olahraga.

Pendaftaran Mahasiswa Baru

Pusat informasi pendaftaran: Kantor Lembaga Sandi Negara Jl. Harsono RM 70, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12550. Telepon (021) 7805814 dengan waktu pendaftaran setiap hari kerja dan jam kerja (09.00—15.00 WIB).

Waktu pendaftaran: 21-28 Mei 2010

Syarat Umum
-Warga Negara Indonesia, Pria maupun Wanita.
-Sanggup bekerja pada bidang Persandian.
-Berkelakuan baik yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) dari Polisi
-Berbadan sehat yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Sehat dari Dokter.
-Lulus tes Psiko, Akademik, Wawancara dan Kesehatan (antara lain tes kesehatan bebas NAPZA) yang diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara.
-Belum pernah dikeluarkan dari Sekolah Tinggi Sandi Negara.

Syarat Khusus
•Asal calon Siswa :
-Umum, yaitu tamatan SMU atau Madrasah Aliyah jurusan IPA dengan nilai Matematika dan Bahasa Inggris pada rapor kelas tiga minimal 7 atau minimal 6 pada Nilai Ebtanas Murni (NEM) atau Nilai Ujian Nasional (NUN).
-Pegawai Unit Teknis Persandian (UTP) Instansi Pemerintah, dengan pendidikan umum serendah-rendahnya SMU atau Madrasah Aliyah jurusan IPA atau A1/A2 dengan nilai Matematika dan Bahasa Inggris pada rapor kelas tiga minimal 7.
-Anggota TNI/POLRI dengan pangkat serendah-rendahnya Perwira Pertama.
•U s i a :
-Umum, berusia minimal 17 tahun maksimal 21 tahun per 1 September (merujuk tahun 2003).
-Pegawai/TNI/POLRI dengan status Tugas Belajar, berusia maksimal 30 tahun dan sekurang-kurangnya telah bekerja 2 (dua) tahun tanpa terputus di bidang persandian, berkonduite baik dan harus diusulkan oleh atasan/instansi yang berwenang.
Adapun tata cara pendaftaran sebagai berikut :

1. Calon Mahasiswa Ikatan Dinas.
a. Membawa Surat Lamaran yang ditulis tangan sendiri dengan dilampiri :
-Fotokopi STTB/Ijazah/Transkrip nilai dan Nilai Ebtanas Murni (NEM) ataupun Nilai Ujian Nasional (NUN) terlegalisir.
-SKKB dari POLRI.
-Surat Keterangan Sehat dari Dokter Pemerintah atau Dinas Kesehatan.
-Surat Pernyataan dari orang tua / wali yang menyatakan Calon belum menikah
-Pasfoto berwarna 3 bulan terakhir ukuran 3×4 cm (3 lembar).
b. Calon harus datang sendiri untuk mendaftar dengan membawa STTB/Ijazah dan surat-surat asli lainnya.
c.Hanya mereka yang surat lamarannya telah memenuhi persyaratan lengkap yang dapat mengikuti ujian saringan masuk.
2. Calon Mahasiswa Tugas Belajar.
Membawa Surat Permohoan yang dibuat oleh Instansi/Departemen yang bersangkutan dan ditujukan kepada Kepala Lembaga Sandi Negara, dilengkapi dengan:
-Fotokopi STTB/Ijazah SMU jurusan IPA atau A1/A2 yang telah dilegalisir.
-Fotokopi Ijazah Pendidikan Sandiman (Ahli Sandi Tk. II).
-Pasfoto 3×4 cm (4 empat) lembar.
-Daftar Riwayat Hidup.

Jalur pendaftaran: Tes.
Ujian Tahap I:
1.Tes Akademik: Matematika, Fisika&Elektro,Bahasa Inggris dan Pengetahuan Umum.
2. Tes Psiko.
Ujian Tahap II: Wawasan Kebangsaan
Ujian Tahap III: Tes Kesehatan.
Ujian Tahap IV: Wawancara.
Ujian Tahap V: Pantukhir.

Biaya Pendidikan
Tahun pertama pendidikan diberikan Tunjangan Ikatan Dinas. Tahun kedua diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.
Bagi yang berminat bisa mencoba untuk mendaftar.
Tahun ini pendaftaran dilakukan secara ONLINE.
Jadi teman-teman tidak perlu repot-repot untuk datang ke Bumi Sanapati terlebih dahulu.

Kalau ingin tahu informasi lebih lanjut bisa menghubungi saya (mita) di nomor ni 085780033850.



Bagan 1 pakaian upacara Mahasiswa STSN




Bagan 2 Training ynag digunakan untuk olah raga sehari-hari (dan chocolatos untuk ngemil setiap hari ^^)




Bagan 3 kegiatan Studi Dasar Islam di SUKABUMI




Bagan 4-IDEM-
Selengkapnya...

Kamis, 06 Mei 2010

Penerimaan Santri-Santriwati Baru Tahun 2010 PP. Taruna Al Qur’an



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sedang hangat-hangatnya tentang kelulusan bagi adik-adik siswa SD dan SMP, yang sekarang sedang di ujung masa-masa mereka menempuh pendidikan di sekolah; gimana? Apa rencana ke depan adik-adik? Sudah menentukan mau nerusin kemana?. Nah, kalau belum, ada info menarik nich… tentang penerimaan santri-santriwati baru Pondok Pesantren Taruna AlQur’an. Ya buat sekedar gambaran lah tentang masa depan mereka, dan yang jelas, ini adalah sebuah tangga pasti menuju kesuksesan dunia-akhirat… insyaallah.

Pondok Pesantren Taruna AlQur’an (PPTA) yang punya visi, Membentuk generasi yang berakhlak Islami, hafal Al Qur’an dan pandai beramal usaha ini merupakan salah satu PP jempolan. Penulis sendiri saat survey, banyak lo yang kenal pondok ini… Ini sebuah pertanda kualitasnya bisa diperhitungkan.

Oya, untuk yang laki-laki (Ikhwan), PPTA punya cabang. (Sebenarnya bukan cabang sich..) Jadi untuk yang putra dipisah pondoknya. Punya tempat dan manajemen sendiri, namanya Pondok Pesantren Hamalatul Quran, cuma sebenarnya masih bagian dari PPTA hanya saja, Hamalatul Qur’an khusus putra/laki-laki/ikhwan, sedangkan Taruna Al Qur’an khusus putrinya.

Untuk yang berminat, ini ada info lengkapnya:


1.JENJANG PENDIDIKAN
a.Untuk Salafiyyah Wustho (Setingkat SMP) ditempuh di bangku Madrasah Tsanawiyah selama 3 tahun – Putra dan Putri.
b.Kelas Takhasus (Matrikulasi) untuk masuk jenjang Aliyah, biasanya ini yang dulunya basicnya SMP —Putri.
c.Untuk Aliyah, ditempuh selama 3 tahun dan berijazah Madrasah Aliyah Departemen Agama —Putra dan Putri.
d.Pengabdian 1 tahun (jadi mirip kaya di PP. Gontor) setelah selesai, pengabdian santri akan mendapatkan ijazah madrasah dan ijazah pesantren.


2.WAKTU PENDAFTARAN
Selesai Pendaftaran langsung dites seketika itu juga. Materi seleksi berupa tes wawancara, aqidah, akhlak, psikotes, baca tulis al Quran dan kemampuan menghafal al Quran (Tapi katanya ada tes matematikanya juga). Dan untuk waktu:
a)Putra: 1 April – 30 Mei 2010.
Pengumuman: 9 Juni 2010.
b)Putri: 14-30 Juni 2010.
Pendaftaran bisa dilaksanakan setiap hari kerja. Pukul 08.00 s/d 16.00


3.ALAMAT PENDAFTARAN
a)Putra: PP. Hamalatul Qur’an, Kembaran RT 04, Taman tirto, Kasihan Bantul, Yogyakarta, Telp. / Fax.: (0274) 372602 atau CP: 081392373928, (0274) 7188413 / 0817705083, 085743359654 (Setiap jam kerja).
b)Putri:Pesantren Taruna Al Qur’an, Jl. Lempong sari 4A Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Telp.: (0274 884009, 7839060, Fax. : (0274) 884008


4.SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN

a)Putra:
1.Fotocopy Ijazah SD/MI atau sederajat 3 lembar. Jika yang belum keluar, dapat membawa Surat Keterangan Lulus Sekolah.
2.Foto berwarna/hitam putih 2 x 3 dan 3 x 4 masing-masing 4 lembar.
3.Membawa Surat Keterangan Sehat.
4.Datang dengan wali sendiri
5.Mengisi Blangko Pendaftaran.
6.Mengisi Surat Kesanggupan: Taat Peraturan dan Kebijakan Pesantren, Menyelesaikan Studi hingga Selesai Masa Pengabdian, dan Mengabdi Selama 1 Tahun.
7.Membayar uang pendaftaran sebesar Rp 20.000,00
8.Membawa Materai Rp 6.000,00
9.Semua berkas dimasukkan ke dalam amplop cokelat.

b)Putri:
Syarat-syaratnya sama seperti putra, hanya saja:
1.Bagi yang belum menerima ijazah, bisa membawa buku rapot.
2.Bagi lulusan SMP, menyerahkan Surat Keterangan Kelakukan Baik (SKKB) dari sekolah asal.
3.Membawa Foto copy Akta Kelahiran.
4.Membawa Surat Keterangan Izin Orang tua/Wali
5.Biaya pendaftaran Rp 75.000,00


5.FASILITAS PENDIDIKAN
1.Bebas Biaya SPP
2.Bebas biaya hidup (Asrama dan Makan 3 kali sehari)
3.Ruang kelas.
4.Masjid.
5.Perpustakaan.
6.Kantin / Warung Pesantren.
7.UKS.
8.Sarana-sarana pendukung seperti: wahana pembelajaran dan pelatihan skill santri seperti percetakan, penerbitan, majalah, koperasi pondok pesantren, penyelenggaraan haji dan umrah, dll—(PPTA)
9.Area pondok yang nyaman dan rendah polusi (Hamalatul Quran)--- yang ini Penulis sudah cek sendiri pondoknya, memang asri dan sejuk rek…!

CATATAN:
Untuk semua sarana ini diberikan secara gratis untuk seluruh santri. Namun, biaya pribadi santri seperti almari, alas tidur, bantal, selimut, pakaian / seragam, buku, alat cuci dan mandi, uang saku dan lainnya disediakan sendiri oleh orang tua santri dengan ketentuan dari pondok.


6.STAFF PENGAJAR DAN STANDAR KELULUSAN(PP. Hamalatul Qur’an)
a)Staff Pengajar
Untuk staff pengajar dari PP. Hamalatul Qur’an terdiri dari Asatidz (Ustadz-Ustadz) yang berasal dari Perguruan Tinggi dalam dan luar negeri; Universitas Islam Madinah, Univrsitas Al Azhar Mesir, UIN Sunan Kalijaga, UGM Yogyakarta, dll.

b)Standar Kelulusan.
1.Tingkat Salafiyyah (SMP):
a)Hafal Al Qur’an 30 juz
b)Berakidah shahih, ibadah benar, dan berakhlaqul karimah.
c)Mampu berbahasa arab lisan dan tulisan.
d)Mampu menjadi imam shalat.
e)Mampu mengisi khutbah jumat dan kultum.
f)Mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

2.Tingkat Aliyah (SMA):
a)Hafal Al Qur’an 30 juz dan bersanad sampai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
b)Lancar membaca kitab kuning.
c)Hafal matan-matan: Qawaidul arba’, Tsalatsatul Ushul, Baiquniyah, Arba’in Nawawiyah, Waraqat dan Rahabiyah.
d)Dapat mengoperasikan komputer dan keterampilan lainnya.
e)Aktif berbahasa arab dan inggris lisan dan tulisan.
f)Dapat melanjutkan pendidikan ke universitas dalam atau luar negeri.


7.YAYASAN Hamalatul Qur’an
Penasehat: KH. Jarot Nugroho Asrori, S.Pd.I, Ust. Abdus Salam, Lc., Ust. Mifdhol Abdurrahman, Lc.
Pengawas: Bpk. Al Djaddu Munir
Ketua: Ust. Agus Andriyanto, Lc.
Sekretaris: Ust. Amri Suaji, Lc., Ust. Ulin Nuha, S.Pd.I
Bendahara: Ust. Rohmanto, Lc., Ust. Aris Munandar, S.S.
Selengkapnya...

Sabtu, 01 Mei 2010

Hedonisme dan Materialisme: Jika Arah dan Tujuan Pendidikan Kita Sekarang



[Gambar ini Penulis jepret waktu naik kendaraan. Sungguh ironis.. ceweknya pake jilbab (jilbaber) tapi pas naek motor roknya di naikkin sehingga jadi bupati, ‘buka paha tinggi-tinggi’. Waktu itu Penulis pake kamera VGA, jadi maaf aja pencitraannya kurang bagus.]


Woooiii anak-anak SMANRA... kelas XII tahun Ajaran 2010, gimana kelulusannya? Wah aku dhewe urung ngerti kabare e... lulus kabeh ora yo... 100% koyo jamanku nanu...? Wah, seneng banget kuwi nek do lulus kabeh... Dan semoga luluse tenanan, orisinil, engga Cuma lulus ‘ndompleng’.

Terlepas dari benar-atau tidaknya, sah atau nggak sah nya, aku dhewe termasuk orang yang terkena fitnah kecurangan dalam UN. (Astaghfirullah...) tapi bagaimana lagi kang, kita sudah masuk dalam sistem. Dan ibarat masuk dalam sungai, kita Cuma bisa bertahan dalam arus. Ikut hanyut, atau berusaha agar tidak tenggelam, dan jika melawannya, wahhh... sulit banget bozzz...

Sehingga setelah semua terjadi, timbul pertanyaan: sudah kah jenengan-jenengan, adik-adik ku (Yo aku kan alumni, berarti kowe yo adik ku) menyiapkan diri kalian terjun kedunia ‘yang berbeda dengan dunia kalian selama ini?’ Dunia untuk manusia yang siap hidup, siap untuk berjuang. Dunia yang tak butuh para pengecut dan pemalas. Yang akan terpecut cemeti kegagalan atau tergilas roda-roda zaman. Dan itu hanya akan bisa dijawab bagi mereka yang ‘benar-benar lulus’.

Oya, apa kalian udah pernah baca buku “Sekolah saja tidak pernah cukup?” karangan eh tulisannya Andreas harefa (Bukan Andrea Hirata lo...) wah... keren boz buku kuwi. Buku itu berbicara tentang eksistensi pendidikan dan esensinya. Kondisinya sekarang dan proyeksinya ke depan. Buku itu banyak berbicara tentang kekurangan pendidikan dan solusinya. Hal yang dikupas mengenai arah dan tujuan pendidikan cukup menarik, mungkin bisa di pertanyakan pada jenengan semua, “Apa tujuan anda sekolah...?” lalu anda kuliah, “Apa tujuan anda kuliah..?” cari kerja? Lalu “apa tujuan anda cari kerja?” sehingga nanti kembali ke pada pertanyaan substansial, “Lalu apa tujuan pendidikan sebenarnya?”



Andreas Harefa menulis, jika pendidikan hanya bertujuan seperti itu, maka lebih baik selulus SMA (Atau mungkin cukup wajar 9 tahun saja), anak-anak langsung saja terjun ke dunia pasar. Bukankah dengan demikian mereka telah ‘mencuri’ START lebih dulu dan lebih menguntungkan daripada mereka yang bertahun-tahun di bangku kuliah...?

Lucunya lagi, mereka yang telah menempuh pendidikan tinggi sampai S3 (Es Tri) Cuma menjadi pegawai negeri sipil aja sudah bangganya bukan main. Berlomba-lomba orang mengejar CPNS padahal sesungguhnya mereka telah mengerdilkan semua kemampuan dan merendahkan harkat mereka sebagai manusia (Seutuhnya). Ya, PNS sebenarnya sama dengan buruh-buruh lainnya.

Di sisi lain, mereka yang tidak punya latar belakang akademis tinggi, (Mungkin Cuma sekolah wajar 9 tahun) bisa berhasil, melampaui mereka yang doktor-doktor itu. Inget kata-kata Pak Tri boz (Duh kasian angkatan baru yang nggak pernah nyicipin pengajaran bapak sepuh kita ini, penulis sendiri sangat bersyukur menjadi angkatan terakhir yang merasakan pengajaran beliau sebelum pensiun) kalau Tukul misalnya, atau artis lainnya yang Cuma negelawak atau bekerja di dunia entertain yang justru mengajarkan budaya dan moral yang merusak pendapatannya lebih tinggi daripada mereka, ‘Pahlawan tanpa tanda jasa?’

Meski demikan, hal ini tidak tercela sepenuhnya. Tidak ada yang disalahkan orang yang mau jadi pegawai. Tapi kalau aku ingat, salah satu nasehat Hasan Al Banna (Maaf kalau salah) adalah, jangan pernah berharap jadi pegawai negara. Dan jadikan itu serendah-rendah pekerjaan.

Yang jadi miris adalah ‘produk’ pendidikan sekarang –yangcuma menjadi robot-robot industri itu- juga menjadi korban budaya hidup hedonisme dan materialisme.


Hedonisme; Ciri budaya makhluk akhir zaman.

Pelajar-pelajar kita, lihat aja tingkahnya. Dulu pas aku SMA masya Allah... entah sekarang. Budaya seperti pacaran, minum-minuman keras, berkelahi dan seabrek kenakalan remaja lainnya. (Penulis mengakui juga kalau dulu pernah ikut-ikutan, hehe... TAPI...untung sekarang udah taubat, Alhamdulillah... la mulane nulis artikel iki sich...) mungkin tidak hanya karena pengaruh dari dalam. Tapi yang paling berpengaruh juga sistem pendidikan kita.

Lihatlah pendidikan agama dan moral. (Maaf Bu Sutriyah, bukannya saya mau menggurui ibu), tapi pendidikan bukan hanya omongan, bukan sekedar transfer, ia adalah suatu interaksi, suatu Pengajaran tentang bagaimana caranya bertingkah dengan tingkah, caranya mengucap dengan ucapan dan sebagainya. Intinya, Pendidikan adalah keteladanan.

Kalau aku melihat, sebenarnya pendidikan di Indonesia sudah cukup. Aku sendiri bukan pakar pendidikan, hanya saja ada beberapa koreksi yang mesti dilakukan. Kenapa? Karena cukup itu belum tentu bisa sesuai dengan perkembangan zaman ke depan. Kita tahu kan, sistem atau kurikulum pendidikan kita masih buatan manusia yang notabene penuh kekurangan. Jadi, ya, kurikulum pendidikan kita bolak-balik kudu diupdate, la wong UUD aja sering diamandemen...?

Lalu hal yang paling esensial, tujuan pendidikan itu sendiri. Mungkin seperti yang dilontarkan Andreas harefa, aku sendiri ikut concern masalah ini. Bahwa Islam mengajarkan umatnya menuntut ilmu, agar bisa beramal dengan benar dan berdakwah lalu dengan itu bisa memakmurkan bumi yang akhirnya itu semua berhulu pada arti tujuan (diciptakan) hidup di dunia, yakni beribadah kepada Allah.

Tapi, ironis kalau masyakarat kita mengenal pendidikan : untuk dapat kerja: untuk dapat uang: untuk mencapai kenikmatan duniawi. Ya, hanya sebatas itu. Inilah hedonisme.
Hedonisme adalah paham sebuah aliran filsafat dari Yunani. Berasal dari kata (Hedone), yang artinya kesenangan. Tujuan paham aliran ini, untuk menghindari kesengsaraan dan menikmati kebahagiaan sebanyak mungkin dalam kehidupan di dunia.

[Hedonisme diajarkan pertama kali oleh kedua Filsuf Yunani; Aristipos dan Epikuros. Mereka melihat bahwa manusia melakukan setiap aktiviti -pasti- untuk mencari kesenangan dalam hidupnya. Dua filsuf ini menganut dua aliran yang berbeda. Aristipos lebih menekankan kesenangan badan atau jasad seperti makan, minum, dll. Epikuros lebih menekankan kepada kesenangan rohani seperti bebas dari rasa takut, bahagia, tenang batin, dll. Kedua filsuf ini setuju bahwa harus ada sifat pengendalian diri pada saat melaksanakan idea tersebut ]

Waktu kekaisaran Romawi menguasai seluruh Eropa dan Afrika, paham ini mengalami perkembangan dengan lahirnya semboyan baru. Semboyan baru itu, carpe diem (raihlah kenikmatan sebanyak mungkin selagi kamu hidup), menjiwai tiap embusan napas aliran tersebut. Kebahagiaan dipahami sebagai kenikmatan belaka tanpa mempunyai arti mendalam.
Pengertian kenikmatan berbeda dari kebahagiaan. Kenikmatan cenderung lebih bersifat duniawi daripada rohani. Kenikmatan hanya mengejar hal-hal yang bersifat sementara. Masa depan tidak lagi terpikirkan. (Sumber: suaramerdeka.com dengan sedikit perubahan)

Nah, apa bisa kita lihat sekarang? Pak tri juga merupakan pemerhati. Engga laki-laki engga perempuan. Meski tidak dipungkiri sebenarnya mereka juga adalah ‘korban’. Tapi korban yang mau mengorbankan dirinya sendiri baik sadar maupun tidak. Lihat aja, remaja kita Cuma bisa berhura-hura, nek ono pelajaran kosong pada di luar, atau bahkan bolos. (Penulis sendiri dulu begitu, tapi jarang bolos lo..) belum yang sukanya BF-an, nyolong pentil (Udah jadi lumrah malah...waduh...), berkelahi, dll. Yang perempuan dandanannya. Wah mungkin seperti yang digambarkan Rasulullah (Wanita yang berpakaian tapi telanjang) Maaf ya kalau ada yang tersinggung, tapi apa boleh buat, inilah kebenaran.

Penulis dulu pernah ikut Rohis. Tapi anggota Rohis juga ga luput dari fitnah ini. Fitnah (Cobaan) ini memang mendera kebanyakan anak muda. Dimana ilmu, kejiwaan dan materi yang belum mapan, sering menjerumuskan mereka disaat yang bersamaan mereka mencari jati diri. Jadi akhirnya, mereka terjerumus dalam kubangan maksiat.

Virus hedonisme yang telah menjalar ini sebenarnya tidak lepas dari pengaruh westernisasi. Ya, pengaruh barat. Nabi pernah bersabda kalau umat Islam nantinya ikut-ikutan kaum dahulu sejengkal demi sejengkal, saat ditanya siapa mereka (umat dahulu itu) Nabi menjawab siapa lagi kalau bukan Yahudi dan nasrani.

Materialisme: Duet Maut...!
Dan selain virus hedonisme, juga ada virus materialisme. Yang berarti semuanya dinilai serba materi. Sampai aku pernah dengar kalau cewek-cewek tu memberikan standar bagi pasangannya (calon suami mungkin) adalah; bukan “apa adanya..”, tapi “adanya apa...?”

Kekayaan jadi suatu standar. Benarkah? Memang uang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya bisa macet tanpa uang. Demikian kata mereka. Kalau aku sendir i sich bilang, keduniawian ini sebenarnya tak ada masalah. Kemaslahatan ditempuh dengan cara yang maslahat pula. Termasuk mencari keduniawian.

Tapi masalahnya, bagaimana jika yang terlahir justru generasi-generasi yang tak mampu mandiri? Generasi-generasi loyo? Korban dari sistem pendidikan yang perlu diperbaharui (kalau ngga mau dibilang kuno), jadi mereka semata-mata mencari ilmu (mencari pendidikan) hanya untuk mencari uang/duniawi saja?

Andreas Harefa menulis, kalau pendidikan seperti itu bukankah lebih baik diganti saja sekolah dengan lembaga-lembaga kursus? Ya, termasuk pendapat ‘ekstrim’nya untuk membubarkan lembaga pendidikan yang disebut dengan sekolah dan universitas itu.

Prihatin sungguh prihatin...

Maka dengan ini saya nasehatkan kepada diri saya sendiri dan teman-teman, guru-guru ku dan aik-adik kelas ku yang sudah menerima pengumuman kelulusan, maupun yang belum, keluarga SMANRA, agar lebih memajukan pendidikan kita. Memajukan pendidikan bagaimana? Yakni kembali mengingat apa tujuan kita dididik, apakah hanya sebagai mesin-mesin uang lalu mati dan tak berguna sama sekali bagi sesama, atau seperti hakikat Khalifah yang Allah percayakan kepadanya bumi dan seisinya untuk diberdayakan?

Pendidikan sekali lagi harus back to Allah. Kembali kepada tujuan yang sejatinya. Tujuan manusia diciptakan. Kalau andreas harefa menulis untuk menjadikan manusia seutuhnya, maka aku berpendapat untuk menjadi Khalifah yang sesungguhnya. Sehingga alam ini makmur, bangsa ini terangkat derajatnya dan tidak jadi lagi (Maaf,Bangsa kuli-babu, pengekspor tenaga-tenaga pembantu), Sehingga itulah kemerdekaan...!

Akhir kata, bangkitlah pendidikan Indonesia...!!!
Selengkapnya...

Penerimaan Mahasiswa Baru Ma'had Ali bin Abi Thalib 2010



Umar bin al khaththab radhiyallahu berkata, “Pelajarilah bahasa Arab karena ia adalah bagian dari agama kalian.” (Iqtidhoo’ Shiroothil Mustaqim).

Apa yang dikatakan Umar bin Khaththab itu merupakan pertanda bagi kita sebagai umat Islam, bahwa mempelajari agama Islam, tidak lepas dari mempelajari bahasa Arab. Ya iyalah... Alquran aja diturunkan pake bahasa Arab.

Nah, ngomong-ngomong bahasa Arab, untuk mereka anak-anak SMU dan sederajat tahun angkatan 2009/2010 yang sekarang mungkin lagi cengar-cengir karena dapet pengumuman kelulusannya (Atau lagi corat-coret baju, Na’udzubillah...), ada pengumuman menarik untuk kalian.

Ma’had Ali bin Abi Thalib, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang dikelola oleh Asia Muslims Charity Foundation (AMCF), Yayasan Muslim Asia dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta membuka penerimaan mahasiswa baru Program Bahasa Arab dan Studi Islam. Berikut detailnya:

1. Waktu Pendaftaran:
Gel. I (3 Mei 2010- 4 Juni 2010)
Gel. II (8 Juni 2010- 25 juni 2010)
Ujian Masuk: Gel. I: (7 Juni 2010) Gel. II :(28 Juni 2010)
Daftar Ulang: 2-3 Agustus 2010
Orientasi Mahasiswa: 2 Agustus 2010
Kuliah Perdana: 4 Agustus 2010

2. Tempat
Kompleks Masjid KH. Ahmad Dahlan
Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Jalan RingRoad Selatan, Taman Tirta, Kasihan, Bantul.
Telp. 0274-7104849, 0274-387656 ext. 266
Email: alibinabithalib@telkom.net

3. Persyaratan Pendaftaran
Fotocopy identitas diri (KTP/SIMA/Paspor)
Fotocopy Ijazah terakhir (SMU/MA/Sederajat)
Pas Foto berwarna 2*3 dua lembar, 2*4 dua lembar.
Rekomendasi dari sekolah, organisasi, yayasan, dll (Kalau ada)
Mengisi formulir pendaftaran.

4. Fasilitas pendidikan
Bahasa pengantar berbahasa Arab
Kurikulum standar LIPIA
Tersedia kelas pagi dan sore untuk putra
Tersedia kelas pagi untuk putri
Staff pengajar lulusan Timur tengah dan LIPIA Jakarta.
Masjid
Gedung dan ruang belajar representatif
Laboratorium bahasa modern
Beasiswa bagi yang berprestasi.

Lulus dari sini insyaallah prospeknya cerah. Sebab, mau dikata apa lagi selain menjadi Pejuang Bahasa Arab (Demikian kata Ustadz Saiful Islam, Dosen di Ma’had) selain keberkahan dan rezeki dari Allah ?

Nah, ayo tentukan pilihan mu. Carilah ilmu untuk dunia dan akhiratmu...! dan bagi mereka yang udah kadung daftar di PT di Jogja selain di Ma’had, Ma’had juga ngasih kelas non intensif juga kok, waktunya bisa menyesuaikan. Jadi, kenapa sia-siakan kesempatan emas ini...?
Selengkapnya...