Selasa, 11 Mei 2010

Misteri Bahtera Nuh 'Alaihissalam



[Gambar tanah daratan kapal Nabi Nuh (katanya)]

Kemarin pas mo jalan-jalan ke Pasar Satwa ada temen tiba-tiba cerita kalau di televisi sekarang lagi gembar-gembornya ditemukannya Perahu Nuh. Sebuah harta karun yang selama ini dicari-cari dan dipercayai oleh beberapa agama (bukan hanya Islam).

Aku sendiri sich udah lama dapat info ini sebelumnya sich...

Dari situs http://misteridunia.wordpress.com/ (ini situs pertama yang memberitahu Penulis), disebutkan tentang lokasi terdamparnya Perahu (atau juga Kapal/bahtera) Nuh atau dalam bahasa Ndongkalnya, Noah Ark:

Kapal itu disebutkan terdampar di sebuah gunung yg senantiasa diselimuti salju yg terletak di Timur Turki. The Great Noah Ark, menjadi seperti itu denganterjadinya sebuah gempa bumi hebat yang melanda daerah itu pada 2 Mei 1988 silam, “artifak” itu pun tersebut tertimbun di bawah salju hampir selama 5000 tahun lamanya tanpa ada yang mengetahui bahwa sebenarnya tersimpan sebuah rahasia besar didalamnya.

Gunung di Turki itu dinamakan, Gunung Aghi-Dahl yg kerap dijuluki juga sebagai “Gunung Kesengsaraan” atau dengan nama peta-nya yaitu Mount Ararat.

“Peninggalan sejarah yg maha berharga itu bukan saja menarik minat para pengkaji Sejarah saja, namun pihak penyelidik US seperti CIA/KGB pun mencoba untuk melakukan penelitian disana. Sejauh ini CIA telah menggunakan satelite dan pesawat ‘Stealth’ utk mengambil gambar objek yg terdampar di puncak gunung tersebut.”




Demikian yang disebutkan situs itu. Info lebih lengkap bisa buka di http://misteridunia.wordpress.com/

Betapa berharganya penemuan itu hingga ada konspirasi di dalamnya, bisa dibaca di situs itu. Hal yang menarik disini selain hal perahu itu dan bagaimana keadaannya adalah, sebenarnya dimana letak posisi kapal itu terdampar. Akhir-akhir ini dapat kabar lagi kalau ada yang nemuin di Malaysia. Benarkah?

Aku sebenarnya mo cepet-cepet ngrampungin tulisan tentang Perahu Nuh ini (Disela-sela kesibukan ku, aku masih nyempetin waktu untuk nulis artikel ini. Padahal lagi ujian je...). Hal ini sebagai penjelasan yang sebenarnya kepada pembaca karena ini juga berkaitan dengan keimanan. Keimanan? Ya, karena kisah Nabi Nuh di sebutkan dalam Al Qur’an.

Dari situs eramuslim.com disebutkan kalau kapal Nuh terdampar di bukit Judi. Ini berdasarkan dalil,

Artinya : “Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan Hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim ." (QS. Huud : 44)

Lalu diimana sebenarnya bukit Judi, yang menjadi tempat berlabuhnya bahtera Nuh inilah yang hingga kini masih banyak diperselisihkan orang. Ada yang mengatakan bahwa ia berada di Armenia, ada yang mengatakan di Iraq, ada yang mengatakan di Turki atau juga di daerah Yaman.

Mereka yang mengatakan bahwa bahtera Nuh tersebut berada di Armenia berdasarkan pada apa yang diberitakan didalam injil bahwa bahtera itu terdampar di bukit Ararat.
Namun ada juga yang mengatakan bahwa Ararat bukanlah sebuah bukit akan tetapi ia adalah sebuah perbukitan yang memanjang antara Armenia, Turki dan Iraq bagian utara sementara bukit Judi adalah salah satu bukit dari perbukitan Ararat itu.



Jadi menjadi hal yang prinsip untuk dipercayai kalau perahu Nabi Nuh terdampar di bukit Judi. Itu adalah kenyataan. Kalau kita ngeyel, itu akan jadi masalah. Dan sekarang permasalahannya adalah, dimana bukit Judi itu? Situs eramuslim kembali menyebutkan bahwa ada pertentangan juga di kalangan para ahli mengenai letak bukit judi itu.

Mengenai letak bukit Judi yang disebutkan berada di Turki atau Iraq bagian Utara itu mungkin mendekati kebenaran. Sejumlah para ahli menyebutkan seperti yang disebutkan dalam situs harunyahya.com/indo mengenai lokasi banjir yakni daerah tempat tinggal kaum nabi Nuh ‘Alaihissalam:

Namun menurut penyelidikan para ahli, banjir yang terjadi saat itu tidak melanda seluruh dunia, melainkan hanya terjadi di daerah Mesopotamia (kini termasuk wilayah Iraq), khususnya di daerah lembah antara sungai Eufrat dan sungai Tigris. Namun karena lembah itu demikian luasnya sehingga ketika terjadi hujan super lebat berhari-hari, meluaplah kedua sungai itu lalu airnya menenggelamkan lembah di antara dua sungai tersebut. Demikian banyak airnya sehingga lembah itu berubah seperti laut lalu menenggelamkan seluruh ummat Nabi Nuh yang ingkar di lembah itu.

Harunyahya menulis tentang penyelidikan dimana kaum Nuh itu tinggal dan lokasi banjir itu terjadi. Menurutnya, banjir itu adalah skala lokal, bukan global. Tentang permasalahan ini aku sich ga ambil (angkat) suara, soalnya itu kewenangan ulama. Biarlah mereka yang memutuskan soalnya di dalam Al Qur’an juga tidak disebutkan banjir itu lokal atau global. Tapi kalau mendaratnya kapal kan itu jelas (qath’i), makanya aku mengambil sikap tegas.


Kesimpulan

Intinya Al Qur’an adalah sumber kisah dan fakta yang tidak ada tandingannya. Kebenar-annya adalah absolut karena ia adalah firman Allah. Ia akan mengungkapkan misteri dan fakta dunia yang sebenarnya. Dan memang begitulah, hingga penelitian-penelitian terkini hanya akan membenarkan apa yang diberitakan Al Qur’an itu.

Misteri Bahtera Nuh hanya akan menjadi pertanda dan pelajaran bagi orang –orang beriman, orang-orang yang akan mengambil pelajaran dan menyadari kekuasaan dan ini benar dari Rabb mereka. Inilah, inilah yang akan membedakan dengan orang kafir. Dimana hal-hal yang mereka dapati di duia hanya akan melaka

Subhanallahh...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar